Info Sekolah
Selasa, 02 Jun 2026
  • 🎓✨ Bismillah, saatnya pilih sekolah terbaik untuk buah hati… 📢 PENGUMUMAN SISTEM PENERIMAAN MURID BARU (SPMB) 🎓 Tahun Ajaran 2026/2027 ✨ SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe ✨ Membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik untuk bergabung menjadi generasi cerdas, berakhlak, dan berprestasi 🌟 🌿 Kenapa memilih SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe? ✔ Pendidikan berbasis Islam Terpadu ✔ Pembinaan akhlak & karakter islami ✔ Program tahfidz Al-Qur’an ✔ Guru profesional & berpengalaman ✔ Lingkungan belajar nyaman & islami ✔ Kegiatan ekstrakurikuler menarik 🗓 Pendaftaran Dibuka: Mulai sekarang hingga kuota terpenuhi
  • 🎓✨ Bismillah, saatnya pilih sekolah terbaik untuk buah hati… 📢 PENGUMUMAN SISTEM PENERIMAAN MURID BARU (SPMB) 🎓 Tahun Ajaran 2026/2027 ✨ SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe ✨ Membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik untuk bergabung menjadi generasi cerdas, berakhlak, dan berprestasi 🌟 🌿 Kenapa memilih SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe? ✔ Pendidikan berbasis Islam Terpadu ✔ Pembinaan akhlak & karakter islami ✔ Program tahfidz Al-Qur’an ✔ Guru profesional & berpengalaman ✔ Lingkungan belajar nyaman & islami ✔ Kegiatan ekstrakurikuler menarik 🗓 Pendaftaran Dibuka: Mulai sekarang hingga kuota terpenuhi
10 November 2025

SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dan UNBP Launching Program Sekolah Sehat Jiwa

Sen, 10 November 2025 Dibaca 165x

SDITMu News, Lhokseumawe,- SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dan Universitas Bumi Persada (UNBP) meluncurkan Program Sekolah Sehat Jiwa (Seejiwa) di Aula KH.Ahmad Dahlan – Lancang Garam , Sabtu (8/11/2025).

Kepala SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon, ST., SPd., MPd. menyampaikan apresiasi terhadap program Seejiwa dari UNBP ini, karena sekolah bukan hanya tempat mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga tempat membentuk pribadi yang utuh, tangguh, dan bahagia.

Anak-anak harus merasa aman, nyaman, dan dihargai di sekolah, sehingga mereka bebas berekspresi, berkreasi, dan menghadapi tantangan belajar dengan jiwa yang sehat.

“Terkadang kita melihat sekolah makin pandai mencerdaskan kepala, tapi makin sering melupakan jiwa. Anak-anak bisa menjawab soal sulit, tapi tidak tahu cara mengenali dirinya sendiri.

Mereka hafal rumus, tapi lupa rasa. Mereka bisa memecahkan masalah di atas kertas, tapi tak tahu bagaimana menyembuhkan hatinya yang kosong,” ujar Faisal.

Semangat “Sekolah Sehat Jiwa” yang diluncurkan hari ini adalah wujud nyata komitmen Sekolah untuk menciptakan lingkungan yang suportif, membangun budaya sekolah yang anti bullying, inklusif, dan penuh empati serta melatih para pendidik agar mampu mendeteksi dini masalah psikologis dan memberikan dukungan yang tepat.

“Launching ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang.

Kesuksesan program ini tidak bergantung pada kepala sekolah saja, tetapi pada kontribusi dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah,” pungkas Faisal.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UNBP, Dr Ns Fauzan Saputra MNS kepada Serambinews.com, Sabtu (8/11/2025), menyebutkan bahwa penguatan kesehatan jiwa di sekolah saat ini menjadi kebutuhan penting.

Hal tersebut didasari oleh tingginya potensi risiko masalah psikososial dan perilaku pada anak usia sekolah (6–12 tahun) yang mencapai 10–20 persen secara nasional.

“Jika tidak dikenali sejak dini, masalah psikologis pada anak bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih serius saat mereka menjadi remaja atau dewasa,” ujar Fauzan yang juga Ketua tim pengabdian/inisiator seejiwa.

Karena itu, sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang mental,” ujar perwakilan UNBP dalam sambutannya.

Menurut Fauzan, Program Seejiwa ini menguatkan kesehatan jiwa di lingkungan sekolah dengan tujuan utama agar seluruh elemen sekolah – kepala sekolah, guru, siswa, dan orangtua – memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa di lingkungan sekolah.

Dengan pendekatan ini, lanjut Fauzan, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dan bebas dari masalah psikososial yang berisiko mengganggu perkembangan anak.

Program Seejiwa hadir dengan visi mulia mewujudkan lingkungan sekolah yang mendukung kesejahteraan mental, emosional, dan sosial siswa, di mana setiap individu merasa aman, dihargai, dan distimulasi sesuai dengan tugas tumbuh kembangnya.

“Melalui visi ini, program tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang kuat, stabil secara emosional, dan siap menghadapi tantangan hidup,” ujar Fauzan.

Rektor UNBP, Hari Toha Hidayat MCs juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan jiwa anak.

Apalagi program ini dapat menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung tumbuh kembang anak dengan tetap mengedepankan penerapan nilai-nilai Islami dalam memahami konsep gender, sehingga dapat menghambat arus pemahaman gender barat yang tidak sesuai dengan konteks keislaman dan keacehan.

“Inisiator Program Seejiwa juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam upaya menjaga kesejahteraan mental dan emosional siswa,” ungkap Rektor UNBP.

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar