SDITMu News, Lhokseumawe,- SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dan Universitas Bumi Persada (UNBP) meluncurkan Program Sekolah Sehat Jiwa (Seejiwa) di Aula KH.Ahmad Dahlan – Lancang Garam , Sabtu (8/11/2025).
Kepala SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon, ST., SPd., MPd. menyampaikan apresiasi terhadap program Seejiwa dari UNBP ini, karena sekolah bukan hanya tempat mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga tempat membentuk pribadi yang utuh, tangguh, dan bahagia.
Anak-anak harus merasa aman, nyaman, dan dihargai di sekolah, sehingga mereka bebas berekspresi, berkreasi, dan menghadapi tantangan belajar dengan jiwa yang sehat.
“Terkadang kita melihat sekolah makin pandai mencerdaskan kepala, tapi makin sering melupakan jiwa. Anak-anak bisa menjawab soal sulit, tapi tidak tahu cara mengenali dirinya sendiri.
Mereka hafal rumus, tapi lupa rasa. Mereka bisa memecahkan masalah di atas kertas, tapi tak tahu bagaimana menyembuhkan hatinya yang kosong,” ujar Faisal.
Semangat “Sekolah Sehat Jiwa” yang diluncurkan hari ini adalah wujud nyata komitmen Sekolah untuk menciptakan lingkungan yang suportif, membangun budaya sekolah yang anti bullying, inklusif, dan penuh empati serta melatih para pendidik agar mampu mendeteksi dini masalah psikologis dan memberikan dukungan yang tepat.
“Launching ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang.
Kesuksesan program ini tidak bergantung pada kepala sekolah saja, tetapi pada kontribusi dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah,” pungkas Faisal.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UNBP, Dr Ns Fauzan Saputra MNS kepada Serambinews.com, Sabtu (8/11/2025), menyebutkan bahwa penguatan kesehatan jiwa di sekolah saat ini menjadi kebutuhan penting.
Hal tersebut didasari oleh tingginya potensi risiko masalah psikososial dan perilaku pada anak usia sekolah (6–12 tahun) yang mencapai 10–20 persen secara nasional.
“Jika tidak dikenali sejak dini, masalah psikologis pada anak bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih serius saat mereka menjadi remaja atau dewasa,” ujar Fauzan yang juga Ketua tim pengabdian/inisiator seejiwa.
Karena itu, sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang mental,” ujar perwakilan UNBP dalam sambutannya.
Menurut Fauzan, Program Seejiwa ini menguatkan kesehatan jiwa di lingkungan sekolah dengan tujuan utama agar seluruh elemen sekolah – kepala sekolah, guru, siswa, dan orangtua – memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa di lingkungan sekolah.
Dengan pendekatan ini, lanjut Fauzan, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dan bebas dari masalah psikososial yang berisiko mengganggu perkembangan anak.
Program Seejiwa hadir dengan visi mulia mewujudkan lingkungan sekolah yang mendukung kesejahteraan mental, emosional, dan sosial siswa, di mana setiap individu merasa aman, dihargai, dan distimulasi sesuai dengan tugas tumbuh kembangnya.
“Melalui visi ini, program tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang kuat, stabil secara emosional, dan siap menghadapi tantangan hidup,” ujar Fauzan.
Rektor UNBP, Hari Toha Hidayat MCs juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan jiwa anak.
Apalagi program ini dapat menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung tumbuh kembang anak dengan tetap mengedepankan penerapan nilai-nilai Islami dalam memahami konsep gender, sehingga dapat menghambat arus pemahaman gender barat yang tidak sesuai dengan konteks keislaman dan keacehan.
“Inisiator Program Seejiwa juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam upaya menjaga kesejahteraan mental dan emosional siswa,” ungkap Rektor UNBP.

























Dalam penyerahan ini, Faisal Ramon,S.T.S.Pd.,M.Pd selaku Kepsek SDITMU Lhokseumawe mengatakan“ Donasi ini telah dikumpulkan selama sepekan yang lalu, banyak hal yang membuat kami terharu dan bangga saat pengumpulan donasi ini dilakukan, antusias dari anak-anak kami untuk berdonasi yang sangat luar biasa telah ditunjukkanya, mendapat informasi bahwa celengan/tabungan dari mereka sengaja dibuka untuk diserahkan penuh untuk donasi ini, disamping itu juga para orangtua/wali murid hebat juga ikut andil dalam menyumbangkannya yang sebelumnya juga ikut menyebarluaskan informasi donasi ini pada orang kerabat lainnya, sehingga donasi kali ini adalah yang terbanyak dari sebelum-sebelumnya”. Kemudian ditambahkannya “Pada Jumat berkah ini, donasi yang telah kami kumpulkan kami serahkan melalui Lazismu Kota Lhokseumawe, untuk diteruskan pada saudara-saudara kami di Gaza-Palestina, semoga bermanfaatnya tentunya, dan terima kasih banyak kepada keluarga besar SDITMU Lhokseumawe, para orangtua dan para darmawan yang telah berdonasi dan semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua, Jazakumullah Khairan” begitu ujar dari Kepsek SDITMU.
SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dikunjungi oleh Fasilitator sekolah penggerak Burhanuddin,S.Pd.,M.Pd yang didampingi Darhafli, S.Pd pengawas Pembina sekolah tersebut, pada hari Selasa, 17 Oktober 2023, pukul 08.00 Wib. Kegiatan kunjungan lapangan ini sebagai salah satu bagian dari pendampingan PSP (Program Sekolah Penggerak). Kunjungan lapangan ke sekolah dilakukan satu tahun sekali dan baru dimulai tahun 2023 untuk sekolah penggerak angkatan ke-3.
Pelaksanaan diawali dengan pembukaan dengan sambutan oleh Kepala Sekolah,Pengawas dan Fasilitator. Kemudian dilakukan diskusi oleh fasilitator bersama pengawas sekolah, kepala sekolah, serta perwakilan beberapa guru dan memeriksa dokumen seperti KOSP (Kurikulum Operasional Sekolah Penggerak), dilanjutkan dengan menelaah modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di ruang Kepala Sekolah. Aktivitas dilanjutkan dengan pengamatan proses pembelajaran di beberapa kelas.
Setelah selesai pengamatan proses pembelajaran di kelas, diskusi dilanjutkan bersama dengan komite pembelajaran. Kali ini semua melakukan refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran. Guru menyampaikan hal-hal terkait hambatan atau kendala dalam implementasi seperti pembelajaran yang berdiferensiasi, asesmen dalam kurikulum merdeka . Selain itu juga membahas bagaimana membuat modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Diskusi berlangsung secara akrab dan kekeluargaan. Ada beberapa saran dan catatan dari fasilitator yang perlu diperhatikan dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang sudah dilakukan. Hal ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki implementasi Kurikulum Merdeka di SDITMU Lhokseumawe tahun depan.



Menarik perhatian saya ketika melihat bagaimana antusias siswa generasi alpha di sekolah ini melakukan presensi digital, dimulai dari mereka datang ke sekolah disambut oleh gurunya, kemudian mereka mengambil ID Card masing-masing, dan langsung mereka dekatkan pada alat scanner untuk menyinkronkan data mereka masuk ke dalam aplikasi, terlihat memang agak canggung, belum terbiasa, dan terlihat takjub
karena gambar mereka tampil pada display monitor yang disediakan, hal itu lumrah karena ini hal baru bagi mereka menjalankannya , namun mereka tetap perlu dikenalkan, dibiasakan segala aspek teknologi yang ada sekarang ini, karena ini zamannya mereka bukan zaman kita, sebagaimana sahabat Nabi SAW, yaitu Ali bin Abi Thalib pernah berkata “ Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu”, ini yang menjadi motivasi SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe terus bergerak bertransformasi membawa anak didiknya bersanding dengan era digital saat ini untuk masa depan mereka yang lebih baik tentunya.
sebagaimana mestinya. Ditanya saat wawancara, pada aspek digitalisasi sekolah dan dalam pemberlakukan presensi digital di sekolah ini, Faisal Ramon,S.T.,S.Pd.,M.Pd selaku Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe menjelaskan bahwa “Banyak aspek yang mesti dilakukan untuk program sekolah penggerak salah satunya digitalisasi sekolah, saya membagi dua hal untuk digitalisasi sekolah yaitu administrasi digital dan pembelajaran digital, Langkah awal yang kami lakukan sesuai kemampuan dan sarpras yang ada, kami menjalakan pada aspek administrasi terlebih dahulu seperti mengelola daftar hadir secara digital, buku tamu digital, manajemen keuangan dan adm lainnya, kemudian kita akan masuk ke ranah pembelajaran digital, yang itu sudah mulai terkonsep dan tinggal kita jalankan saja ”. Pungkasnya. Kemudian beliau menambahkan bahwa “Semua perlu kerja keras untuk menjalankan transformasi ini, perlu banyak dukungan, terutama dari orangtua/wali murid, kemudian pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe dan pihak peduli Pendidikan untuk dapat membantu dalam pengadaan sarana penunjang digital seperti Laptop dan lainnya pada sekolah yang memiliki motivasi tinggi untuk mewujudkan sekolah digital ada di Kota Lhokseumawe tercinta.” Harapnya.