Penulis: SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe

  • SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dan UNBP Launching Program Sekolah Sehat Jiwa

    SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dan UNBP Launching Program Sekolah Sehat Jiwa

    SDITMu News, Lhokseumawe,- SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dan Universitas Bumi Persada (UNBP) meluncurkan Program Sekolah Sehat Jiwa (Seejiwa) di Aula KH.Ahmad Dahlan – Lancang Garam , Sabtu (8/11/2025).

    Kepala SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon, ST., SPd., MPd. menyampaikan apresiasi terhadap program Seejiwa dari UNBP ini, karena sekolah bukan hanya tempat mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga tempat membentuk pribadi yang utuh, tangguh, dan bahagia.

    Anak-anak harus merasa aman, nyaman, dan dihargai di sekolah, sehingga mereka bebas berekspresi, berkreasi, dan menghadapi tantangan belajar dengan jiwa yang sehat.

    “Terkadang kita melihat sekolah makin pandai mencerdaskan kepala, tapi makin sering melupakan jiwa. Anak-anak bisa menjawab soal sulit, tapi tidak tahu cara mengenali dirinya sendiri.

    Mereka hafal rumus, tapi lupa rasa. Mereka bisa memecahkan masalah di atas kertas, tapi tak tahu bagaimana menyembuhkan hatinya yang kosong,” ujar Faisal.

    Semangat “Sekolah Sehat Jiwa” yang diluncurkan hari ini adalah wujud nyata komitmen Sekolah untuk menciptakan lingkungan yang suportif, membangun budaya sekolah yang anti bullying, inklusif, dan penuh empati serta melatih para pendidik agar mampu mendeteksi dini masalah psikologis dan memberikan dukungan yang tepat.

    “Launching ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang.

    Kesuksesan program ini tidak bergantung pada kepala sekolah saja, tetapi pada kontribusi dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah,” pungkas Faisal.

    Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UNBP, Dr Ns Fauzan Saputra MNS kepada Serambinews.com, Sabtu (8/11/2025), menyebutkan bahwa penguatan kesehatan jiwa di sekolah saat ini menjadi kebutuhan penting.

    Hal tersebut didasari oleh tingginya potensi risiko masalah psikososial dan perilaku pada anak usia sekolah (6–12 tahun) yang mencapai 10–20 persen secara nasional.

    “Jika tidak dikenali sejak dini, masalah psikologis pada anak bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih serius saat mereka menjadi remaja atau dewasa,” ujar Fauzan yang juga Ketua tim pengabdian/inisiator seejiwa.

    Karena itu, sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang mental,” ujar perwakilan UNBP dalam sambutannya.

    Menurut Fauzan, Program Seejiwa ini menguatkan kesehatan jiwa di lingkungan sekolah dengan tujuan utama agar seluruh elemen sekolah – kepala sekolah, guru, siswa, dan orangtua – memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa di lingkungan sekolah.

    Dengan pendekatan ini, lanjut Fauzan, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dan bebas dari masalah psikososial yang berisiko mengganggu perkembangan anak.

    Program Seejiwa hadir dengan visi mulia mewujudkan lingkungan sekolah yang mendukung kesejahteraan mental, emosional, dan sosial siswa, di mana setiap individu merasa aman, dihargai, dan distimulasi sesuai dengan tugas tumbuh kembangnya.

    “Melalui visi ini, program tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang kuat, stabil secara emosional, dan siap menghadapi tantangan hidup,” ujar Fauzan.

    Rektor UNBP, Hari Toha Hidayat MCs juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan jiwa anak.

    Apalagi program ini dapat menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung tumbuh kembang anak dengan tetap mengedepankan penerapan nilai-nilai Islami dalam memahami konsep gender, sehingga dapat menghambat arus pemahaman gender barat yang tidak sesuai dengan konteks keislaman dan keacehan.

    “Inisiator Program Seejiwa juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam upaya menjaga kesejahteraan mental dan emosional siswa,” ungkap Rektor UNBP.

     

  • SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe Belajar Energi di PT Perta Arun Gas

    SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe Belajar Energi di PT Perta Arun Gas

    SDITMU News, Lhokseumawe – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti komplek industri gas di Lhokseumawe. Sebanyak 50 siswa SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe melakukan kunjungan edukasi ke PT Perta Arun Gas (PAG) pada hari Senin, 13 Oktober 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari program sekolah untuk mengenalkan dunia industri dan proses energi kepada siswa secara langsung.

    Rombongan SDIT Muhammadiyah 6, yang didampingi oleh 6 guru pembimbing, tiba di lokasi dan disambut hangat oleh jajaran manajemen PT Perta Arun Gas. Dalam kunjungan tersebut, para siswa diterima langsung oleh Bapak/Ibu dari perusahaan tersebut. Selaku Manager Corporate Communication & CSR PT PAG
    Dalam sambutannya, Haryono Budi menyambut baik inisiatif sekolah untuk membawa siswa-siswi belajar ke lingkungan industri. “Kami sangat senang menerima kunjungan adik-adik dari SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe. Dan ini merupakan pertama kali perusahaan ini dikunjungi olehnsiswa sekolah dasar. Ini adalah kesempatan yang baik untuk menanamkan wawasan tentang pentingnya energi dan bagaimana proses pengelolaannya dilakukan di perusahaan ini,” ujarnya.

    Kegiatan diawali dengan pemaparan singkat mengenai profil perusahaan, sejarah PAG, serta penjelasan tentang gas alam cair (LNG) dan proses regasifikasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Selanjutnya, para siswa diajak berkeliling ke area yang diperbolehkan untuk melihat secara langsung fasilitas dan operasional perusahaan.
    Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara kerja kilang hingga aspek keamanan (HSSE) di lingkungan perusahaan. Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan.
    “Kunjungan ini sangat berharga dan Field trip edisi Spesial bagi kami. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung aplikasinya di lapangan. Harapannya, kegiatan ini dapat memicu minat mereka terhadap sains dan teknologi, serta memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja dan industri di daerah kita,” tuturnya

    Guru pendamping, Ibu Ramzayani, S.Pd, juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan, tetapi bagian dari pembelajaran mendalam.

    “Anak-anak hari ini belajar dengan cara mengalami, mengamati, dan bertanya. Mereka antusias luar biasa! Ini menunjukkan bahwa ketika pembelajaran dihadirkan secara kontekstual, semangat belajarnya tumbuh dengan alami,” jelasnya.
    Keceriaan dan rasa ingin tahu terlihat jelas dari para siswa. Beberapa siswa bahkan mengungkapkan kekaguman mereka dengan kata-kata yang spontan dan polos namun penuh makna.
    “Melihat proses pengolahan gas membuat saya sadar bahwa ilmu sains itu sangat berguna. Tapi yang lebih penting, semua ini adalah ciptaan Allah yang harus kita jaga dan manfaatkan dengan baik,” ungkap Aya
    Kunjungan edukasi ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata, meninggalkan kesan mendalam bagi siswa-siswi SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe yang mendapatkan pengalaman belajar tak terlupakan di salah satu aset vital energi di Aceh.

  • SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe Ikuti Karnaval Kemerdekaan ke-80

    SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe Ikuti Karnaval Kemerdekaan ke-80

    SDITMu News, Lhokseumawe – Setelah sekian lama tidak ikut serta, tahun ini SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe kembali meramaikan Karnaval Kemerdekaan ke-80 yang digelar di Kota Lhokseumawe, Senin (18/8/2025). Kehadiran para siswa dan guru dari sekolah ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena menjadi momen berharga setelah beberapa tahun vakum dari kegiatan karnaval.

    Para peserta dari SDIT Muhammadiyah tampil penuh semangat dengan busana bernuansa merah putih serta atribut bertema perjuangan kemerdekaan. Siswa-siswi berjalan beriringan sambil membawa bendera kecil dan poster inspiratif yang menggambarkan semangat juang bangsa Indonesia. Penampilan mereka berhasil memukau penonton yang memadati rute karnaval sepanjang jalan utama kota.

    Kepala SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe Faisal Ramon, M.Pd, menyampaikan rasa syukurnya karena sekolah dapat kembali ambil bagian dalam karnaval tahun ini. “Alhamdulillah, setelah sekian lama, akhirnya anak-anak bisa kembali ikut serta. Ini menjadi pengalaman yang berharga untuk menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini,” ujarnya.

    Partisipasi ini juga menjadi ajang kebersamaan antara guru, siswa, dan orang tua. Banyak wali murid yang turut mendukung dengan membantu menyiapkan kostum, properti, serta memberi semangat sepanjang kegiatan. Suasana penuh keceriaan dan kekompakan ini mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Kemerdekaan.

    Dengan mengikuti karnaval ini, SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe berharap dapat terus menumbuhkan karakter siswa yang cinta bangsa, menghargai perjuangan pahlawan, serta berani menunjukkan kreativitas di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan hari ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah perayaan bangsa.

  • SEMARAK HUT RI KE-80, SDIT MUHAMMADIYAH LHOKSEUMAWER GELAR BERBAGAI LOMBA

    SEMARAK HUT RI KE-80, SDIT MUHAMMADIYAH LHOKSEUMAWER GELAR BERBAGAI LOMBA

    SDITMu NEWS, – Lhokseumawe, Guna memperingati HUT ke-80 RI, Sekolah  SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe  menggelar berbagai lomba yang diikuti 120 siswa dan 17 guru serta karyawan selama tiga hari, Rabu – Jum’at (13 – 15/8).

    Acara diawali dengan pengondisian seluruh siswa di lapangan upacara sekolah yang dipimpin oleh Ibu Ramzayani, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe. Sambutan oleh Bapak Faisal ramon, M.Pd selaku Kepala Sekolah sekaligus membuka kegiatan perlombaan. Beliau berpesan kepada anak-anak untuk bersikap sportif, berani mengakui keunggulan yang lain dan berani menerima dengan lapang dada apabila kurang unggul. Selanjutnya seluruh siswa menuju pos perlombaan dengan didampingi oleh wali kelas masing-masing.

    Adapun macam-macam lomba yang diselenggarkaan yaitu pancing botol, lari kelereng, design Merdeka menggunakan canva, tiup bola air, balon kemeja, bola kardus, tank kardus dan bawa balon.

    Kepala SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe, Faisal Ramon, M.Pd menjelaskan bahwa lomba 17 Agustus merupakan kegiatan rutin yang diadakan sekolah setiap tahun sekali. “Kegiatan tersebut digelar sebagai rasa syukur kepada Allah swt. atas kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia setelah melalui perjuangan yang panjang,” terang Faisal Ramon.

    Masih dengan Faisal Ramon, memperingati hari kemerdekaan adalah untuk memupuk rasa cinta tanah air, sikap nasionalisme, dan bangga akan seni budaya bangsa. Kata dia, lomba Agustus-an juga merupakan ruang ekspresi siswa untuk menunjukkan kemampuan motorik dan pengembangan talentanya yang belum banyak tergali.

    Faisal Ramon berharap, dengan pelaksanaan lomba Agustus-an ini, anak-anak mengetahui nilai juang dan ikut merasakan kebahagiaan dengan rasa merdeka. Ada berbagai jenis lomba yang diadakan selama dua hari ini, mulai dari lomba kelereng, pancing botol, hingga lomba design Merdeka menggunakan canva.

    Seluruh siswa menyambut gembira kegiatan tersebut. Bilal Hafizd Tarigan, salah satu peserta lomba design yang duduk di kelas 4, sangat antusias mengikuti lomba. Ini kali ke-dua ia ikut lomba ini sejak duduk di sekolah dasar.

    Tak kalah menariknya, lomba memasukkan bawa balon juga mengundang sorak sorai pendukung tiap tim yang berlomba. Lomba ini mengutamakan kekompakan dan koordinasi yang baik antar anggota tim.

    Jihan ramadhani, siswa kelas 2  yang menjadi salah satu peserta juga merasa sangat senang .“Nggak susah kok, tapi kita harus kompak”, ungkapnya tentang rahasia menyelesaikan permainan ini.(yacob trg )

  • SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe Uji Coba Matematika ‘Virtual Reality’ di Politeknik Negeri

    SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe Uji Coba Matematika ‘Virtual Reality’ di Politeknik Negeri

    SDIT Mu News, Lhokseumwe – Tim Pengabdian Masyarakat dari Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) baru-baru ini menciptakan terobosan baru dalam dunia pendidikan dasar dengan mengembangkan bahan ajar Matematika berbasis teknologi virtual reality (VR).

    Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang selama ini dihadapi guru dalam menyampaikan materi matematika yang bersifat abstrak, seperti bangun ruang dan operasi bilangan, kepada murid.

    “Teknologi VR dipilih karena kemampuannya dalam menciptakan pengalaman belajar yang imersif dan interaktif, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep matematika secara kontekstual dan menyenangkan,” ujar Ketua Tim, Dr Rahmad Hidayat MCs kepada Serambinews.com, Rabu (30/7/2025).

    Virtual Reality merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk merasakan dan berinteraksi dengan lingkungan tiga dimensi yang disimulasikan komputer.

    “Dengan pendekatan berbasis VR, murid tidak hanya melihat, tetapi juga dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih hidup. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar serta mempercepat pemahaman terhadap materi yang disampaikan,” kata Dr Rahmad.

    Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, tim PNL bersama para mahasiswa mengembangkan beberapa jenis aplikasi VR, mulai dari game petualangan yang mengandung kuis matematika, hingga video 360° bertema dunia hewan prasejarah seperti dinosaurus.

    Aplikasi-aplikasi ini dirancang untuk digunakan sebagai bahan ajar tambahan yang menarik dan dapat digunakan oleh guru di kelas.

    Hasil pengujian perangkat lunak yang telah dikembangkan pada siswa kelas 2 SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe menunjukkan dampak yang positif.

    Para siswa menunjukkan peningkatan minat dalam mengikuti pembelajaran Matematika, serta mampu menjawab soal-soal lebih cepat dan akurat dibandingkan metode konvensional.

    Ketua Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) PNL, Salahuddin ST MCs, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.

    “Pengembangan bahan ajar yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan sangat penting di era digital saat ini. Teknologi VR bisa menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang selama ini dianggap sulit dan membosankan seperti matematika,” ujarnya.

    Sementara itu Kepala SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon, SPd MPd mengatakan bahwa para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis VR dan berharap agar kemitraan antara sekolah dengan PNL dapat terus terjalin di masa mendatang.

    “Siswa-siswi kami sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis VR ini. Kami berharap SDIT Muhammadiyah 6 bisa terus menjadi mitra dalam program-program pengabdian masyarakat dan pengembangan pendidikan yang dilakukan oleh PNL,” ujar Faisal.(*)

     

  • SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Memperingati Hari Anak Nasional 2025

    SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Memperingati Hari Anak Nasional 2025

    SDIT Mu News, Lhokseumawe – Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli setiap tahunnya. Sejarah Hari Anak Nasional bermula dari keputusan Presiden Soeharto. Presiden kedua Indonesia saat itu memandang bahwa pentingnya anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa, sehingga keberadaannya perlu diperingati.

    Ditetapkannya Hari Anak Nasional sebagai hari yang wajib diperingati keluar melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 44/1984 yang sekaligus menetapkan pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979.

    SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe juga tidak ketinggalan memperingati Hari Anak Nasional. acara yang diadakan  di halaman sekolah berlangsung sangat semarak dengan antusias dari siswa siswa SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe.

    “Assalamualaikum dan Selamat pagi anak-anak di pagi yang ceria ini. Kita mandi cahaya matahari dulu ya, supaya tetap sehat,” sapa Faisal Ramon, M.Pd selaku Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe  dengan penuh semangat.

    Dalam Nasehat, Faisal Ramon, M.Pd menegaskan bahwa semua anak Indonesia adalah anak hebat, tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Ia menyebut anak-anak sebagai harapan bangsa yang kelak akan menyempurnakan cita-cita para pendiri negara.

    “Berharap melalui peringatan hari anak nasional di tahun ini anak-anak Indonesia dapat menjadi anak-anak yang cerdas, hebat dan mandiri. Yang sebaiknya sudah dididik dan diajarkan budi pekerti yang baik ini diterapkan sedini mungkin sehingga menjadi dasar ia menjalani hidup di masa depan,” harapnya.

    Orang tua yang menerapkan pola asuh yang demokratis namun tetap tetap terkontrol, di sekolah juga guru dengan berbagai program pengajaran yang inovatifnya, dan lingkungan yang kondusif dan nyaman bagi anak maka akan dapat menciptakan anak-anak yang tangguh dan cerdas menghadapi perkembangan zaman dengan segala tantangan dan kemajuan teknologi yang tidak bisa dielakkan.

  • 31 Siswa SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe Dikukuhkan dalam Pelantikan Kenaikan Tingkat Tapak Suci

    31 Siswa SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe Dikukuhkan dalam Pelantikan Kenaikan Tingkat Tapak Suci

    SDITMu News, Lhokseumawe. Sebanyak 31 siswa SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe resmi dikukuhkan dalam Pelantikan Kenaikan Tingkat Perguruan Seni Bela Diri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Kamis (22/5/25).

    Acara ini berlangsung di halaman sekolah dan menjadi puncak dari rangkaian Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya.

    Pelantikan dipimpin langsung oleh Hendra Suharyono selaku Dewan Pendekar Tapak Suci Aceh. Dengan semangat dan antusiasme tinggi, para siswa yang telah dinyatakan lulus UKT dari berbagai tingkatan –mulai dari siswa satu hingga siswa empat– menerima sertifikat kenaikan tingkat dalam upacara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat bela diri khas Tapak Suci.

    Ketua Pimpinan Daerah 138 Tapak Suci Kota Lhokseumawe, Zainuddin Amir dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan para siswa yang telah menunjukkan dedikasi dan disiplin dalam latihan.

    “Tapak Suci bukan sekadar bela diri, tetapi juga wadah pembinaan akhlak dan karakter. Kami berharap para siswa dapat terus menjaga semangat ini dan menjadi generasi yang kuat secara fisik dan spiritual,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon menyampaikan apresiasinya atas kerja sama dan pembinaan dari Pimpinan Daerah Tapak Suci kepada para siswa.

    “Kami sangat mendukung kegiatan ekstrakurikuler seperti Tapak Suci ini, karena sejalan dengan visi pendidikan kami dalam membentuk siswa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Selamat kepada anak-anak kami yang telah naik tingkat, semoga ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” tuturnya.

    Acara pelantikan turut dihadiri dewan guru, serta pengurus Tapak Suci. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penampilan demonstrasi jurus dari para siswa yang baru dilantik.

    Tapak Suci Putera Muhammadiyah sendiri merupakan perguruan seni bela diri yang tidak hanya menekankan teknik bertarung, tetapi juga pendidikan nilai-nilai Islam dalam setiap latihan dan kegiatannya.

    Dengan adanya pelantikan ini, diharapkan semangat bela diri dan spiritualitas akan terus tumbuh di kalangan generasi muda Muhammadiyah di Lhokseumawe.

  • Kepala SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon, M. Pd Tutup MABIT dengan Pesan-Pesan Berharga untuk Penguatan Spiritualitas Siswa

    Kepala SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon, M. Pd Tutup MABIT dengan Pesan-Pesan Berharga untuk Penguatan Spiritualitas Siswa

    Lhokseumawe,- SDITMu (Humas) – Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) di SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe ditutup dengan penuh makna oleh Kepala SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon, M. Pd pada hari Sabtu, 15 Maret 2025. Acara yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan moralitas siswa ini diakhiri dengan pesan-pesan berharga dari kepala Sekolah. .

    Dalam penutupan MABIT, Faisal Ramon, M. Pd menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia, guru, dan peserta yang telah aktif terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme siswa dalam meresapi dan memahami nilai-nilai keimanan dan taqwa melalui berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan.

    Dalam pesan-pesan penutupnya, Faisal Ramon, M. Pd menekankan pentingnya mempraktikkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak siswa untuk menjadi teladan dalam perilaku dan moralitas, serta terus meningkatkan kualitas diri sebagai generasi yang berakhlak mulia.

    “Kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang kita dalam meningkatkan spiritualitas dan karakter. Mari kita terapkan nilai-nilai keimanan dan taqwa ini dalam setiap tindakan kita sehari-hari, sehingga dapat menjadi generasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ungkap Faisal Ramon, M. Pd.

    Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat keagamaan di lingkungan Sekolah. “Kita adalah keluarga besar SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, mari bersama-sama menjaga kebersamaan dan semangat keagamaan ini agar tetap berkobar di hati kita semua,” tambahnya.

    Dengan penutupan MABIT yang sarat makna ini, diharapkan peserta dapat membawa serta nilai-nilai kebaikan dan keimanan yang telah ditanamkan dalam kegiatan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai keagamaan.

  • Wisuda Tahfidz Alquran Angkatan 3 SDITMU  Mengharukan Semesta

    Wisuda Tahfidz Alquran Angkatan 3 SDITMU Mengharukan Semesta

    SDITMu News, – Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, kembali Sabtu 8 Februari 2025, SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe telah menyelenggarakan acara Wisuda Tahfidz Angkatan 3 Tahun 2025. Berdasarkan jumlah angkatan , SDITMU Lhokseumawe sudah tiga kali mewisudakan siswa yang telah mencapai target hafalannya, yaitu pertama tahun 2021, kedua tahun 2023 dan yang ketiga ini tahun 2025.

    Alhamdulillah, kegiatan Wisuda ini berjalan dengan lancar, sukses dan penuh makna. Terlihat wajah sumringah, bahagia, dan haru dari para wisudawan, orangtua dan para guru dalam ruangan serbaguna Hall.K.H.A.Dahlan Lancang Garam Kota Lhokseumawe.

    Menurut Laporan Ketua Panitia Wisuda Tahfidz Alquran  Angkatan 3 SDITMU Lhokseumawe Andi Syahputra,M.Pd menyebutkan bahwa wisudawan tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yaitu 45 wisudawan. Jumlah hafalan rata-rata 1, 2 dan 3 Juz, dan satu siswa sudah mencapai 6 Juz.

    Dalam sambutan Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe Faisal Ramon,S.T.,S.Pd.,M.Pd mengatakan bahwa keberhasilan siswa pada hari ini yang layak diwisudakan  tidak terlepas dari peran penting para orangtua yang terus memotivasi mereka selain para para asatidz di sekolah. Begitu juga tambah beliau, “majunya sebuah satuan pendidikan selain fasilitas sekolah yang lengkap dan SDM yang berkompeten dukungan dan kerjasama orangtua sangatlah penting dan berpengaruh, maka diharapkan kerjasama yang selama ini sangat baik dapat seterusnya dibina”.

    Pada acara wisuda ini, hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Lhokseumawe dalam hal ini wakil Ketua PDM yang membidangi Pendidikan Ust.Abdul Razak,S.Ag.,M.Pd. Dalam sambutan beliau bangga atas pencapaian SDITMU , dan dukungan penuh terhadap majunya pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah khusunya Kota Lhokseumawe. Selain itu beliau menambahkan pentingnya Alquran dalam kehidupan manusia, maka sesibuk apapun kita, dimanapun kita berada jangan pernah lupa membaca Alquran walaupun beberapa ayat dalam satu hari.

    Acara wisuda tahfidz ini juga menghadirkan kebolehan para siswa dalam menunjukkan ekspresi mereka seperti ada Drama berbahasa inggris dan indonesia, tarian, puisi. Di akhir prosesi wisuda, pembawa acara yang juga keseharian adalah Kepsek SDIT Muhbir memberikan muhasabah, tampak dalam ruangan tersebut tangis, dan haru pilu dari wisudawan , orangtua dan guru menjadi atmosfer yang mengharukan.

    Semoga wisuda ini memberikan motivasi untuk wisudawan untuk terus meningkatkan dalam membaca, menghafal, mempelajari Alquran. (FR)

  • Keluarga Besar SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe Donasikan 13 Juta untuk Palestina

    Keluarga Besar SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe Donasikan 13 Juta untuk Palestina

    SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe kembali dengan semangat kepeduliannya pada sesama, Jumat, 20 Oktober 2023 menyerahkan donasi untuk Gaza -Palestina melalui Lazismu Kota Lhokseumawe. Donasi ini diserahkan oleh Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe yang didampingi oleh guru dan siswanya yang diterima langsung oleh Ketua Lazismu Lhokseumawe Farhan Zuhri Baihaqi,S.Hum.,M.Pd. Jumlah Donasi yang terkumpul sebanyak Rp. 13.000.000,-.

    Dalam penyerahan ini, Faisal Ramon,S.T.S.Pd.,M.Pd selaku Kepsek SDITMU Lhokseumawe mengatakan“ Donasi ini telah dikumpulkan selama sepekan yang lalu, banyak hal yang membuat kami terharu dan bangga saat pengumpulan donasi ini dilakukan, antusias dari anak-anak kami untuk berdonasi yang sangat luar biasa telah ditunjukkanya, mendapat informasi bahwa celengan/tabungan dari mereka sengaja dibuka untuk diserahkan penuh untuk donasi ini, disamping itu juga para orangtua/wali murid hebat juga ikut andil dalam menyumbangkannya yang sebelumnya juga ikut menyebarluaskan informasi donasi ini pada orang kerabat lainnya, sehingga donasi kali ini adalah yang terbanyak dari sebelum-sebelumnya”. Kemudian ditambahkannya “Pada Jumat berkah ini, donasi yang telah kami kumpulkan kami serahkan melalui Lazismu Kota Lhokseumawe, untuk diteruskan pada saudara-saudara kami di Gaza-Palestina, semoga bermanfaatnya tentunya, dan terima kasih banyak kepada keluarga besar SDITMU Lhokseumawe, para orangtua dan para darmawan yang telah berdonasi dan semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua, Jazakumullah Khairan” begitu ujar dari Kepsek SDITMU.

    Ketua Lazismu Lhokseumawe, Farhan Zuhri mengatakan “ Kami mengucapkan rasa bangga dan juga haru serta mengucapkan terima kasih banyak kepada keluarga besar SDITMU Lhokseumawe yang ikut  berdonasi untuk peduli palestina ini, ini merupakan sumbangan kesekian kalinya yang sering dilakukan sekolah ini untuk membentuk sikap filantropi ke peserta didiknya, ini sungguh luar biasa” Pungkasnya. “Untuk informasi tambahan Lazismu seluruh daerah Kab/Kota di Aceh telah mengumpulkan donasi sebanhyak Rp. 127.483.500 pada keadaan hari ini, dan angka ini akan terus bertambah beriringan waktu berjalan”. Tambahnya. Namun bukan angka yang perlu kita hitung sekarang, rasa empati dan kepedulian yang lebih utama kita tingkatkan, doa -doa dari kita panjatkan agar Allah SWT memberikan kekuatan bagi saudara-saudara di Gaza Palestina yang sampai hari ini sangat memprihatinkan kondisinya.

     

  • SDITMU LHOKSEUMAWE DIKUNJUNGI FASILITATOR SEKOLAH PENGGERAK

    SDITMU LHOKSEUMAWE DIKUNJUNGI FASILITATOR SEKOLAH PENGGERAK

    SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dikunjungi oleh Fasilitator sekolah penggerak Burhanuddin,S.Pd.,M.Pd yang didampingi Darhafli, S.Pd pengawas Pembina sekolah tersebut, pada hari  Selasa, 17 Oktober 2023, pukul 08.00 Wib. Kegiatan kunjungan lapangan ini sebagai salah satu bagian dari pendampingan PSP (Program Sekolah Penggerak). Kunjungan lapangan ke sekolah dilakukan satu tahun sekali dan baru dimulai tahun 2023 untuk sekolah penggerak angkatan ke-3.

    “Kunjungan lapangan ini bukan untuk menilai, tetapi untuk diskusi bersama membangun hubungan yang harmonis, bersinergi, melakukan konfirmasi terhadap hasil diskusi pada forum Pokja Manajemen Operasional (PMO) pada tingkat sekolah serta melihat sejauh mana  implementasi Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di SDITMU,” tutur Pak Burhan, saat pembukaan berlangsung.

    Pelaksanaan diawali dengan pembukaan dengan sambutan oleh Kepala Sekolah,Pengawas dan Fasilitator. Kemudian dilakukan diskusi oleh fasilitator bersama pengawas sekolah, kepala sekolah, serta perwakilan beberapa guru dan memeriksa dokumen seperti KOSP (Kurikulum Operasional Sekolah Penggerak), dilanjutkan dengan menelaah modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di ruang Kepala Sekolah. Aktivitas dilanjutkan dengan pengamatan proses pembelajaran di beberapa kelas.

    Setelah selesai pengamatan proses pembelajaran di kelas, diskusi dilanjutkan bersama dengan komite pembelajaran. Kali ini semua melakukan refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran. Guru menyampaikan hal-hal terkait hambatan atau kendala dalam implementasi seperti pembelajaran yang berdiferensiasi, asesmen dalam kurikulum merdeka . Selain itu juga membahas bagaimana membuat modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Diskusi berlangsung secara akrab dan kekeluargaan. Ada beberapa saran dan catatan dari fasilitator yang perlu diperhatikan dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang sudah dilakukan. Hal ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki implementasi Kurikulum  Merdeka di SDITMU Lhokseumawe tahun depan.

    “Kepercayaan Pemerintah memilih sekolah ini menjadi sekolah penggerak, bukanlah pilihan yang tidak mendasar, ini merupakan apresiasi yang perlu kita pertanggung jawabkan, SDITMU selalu bergerak, siap bertransformasi menuju sekolah yang lebih berkemajuan”, tegas Faisal Ramon selaku kepala sekolah. ” Terimakasih banyak Pak Burhan dan Pak Darhafli atas kunjungannya ke sekolah kami, kunjungan ini benar-benar membawa spirit bagi kami sekolah kami tentunya”, Tambahnya.

    Aktivitas kunjungan lapangan ditutup oleh sambutan kepala sekolah dan ucapan terima kasih, serta foto bersama guru dan siswa.

  • Presensi Digital Berlaku di Sekolah Penggerak SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe

    Presensi Digital Berlaku di Sekolah Penggerak SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe

      

    Presensi Digital SDITMU
    Presensi Digital SDITMU

    Kembali SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe di tahun ajaran baru 2023-2024 membuat sesuatu atau terobosan baru untuk warga sekolahnya, yaitu “Presensi Digital. Tepatnya Senin, 31 Juli 2023, seluruh peserta didik dan pendidik SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe memberlakukan presensi digital atau daftar hadir secara digital. Fundamental dari digitalisasi itu sendiri adalah efisiensi dan efektifitas, kemudian manfaat digitalisasi itu memudahkan dan membantu dalam pengelolaan segala administrasi di era teknologi sekarang ini, dalam hal ini kita tujukan pada administrasi kehadiran di sekolah. Kebiasaan dan pada umumnya, daftar hadir dilakukan guru dengan membawa buku absensi kemudian mencentang satu persatu peserta didiknya yang hadir, dan merekapnya setiap bulan hingga semesteran, ini membutuhkan waktu dan ketelitian tentunya. Namun dengan adanya presensi digital berbasis web yang dibuat oleh salah satu alumni sekolah ini bermana Muhammad Yacob Tarigan,S.Kom, guru tidak perlu lagi menggunakan cara konvensional tersebut, guru dengan mudah mengambil data yang secara otomatis sudah diolah oleh sistem presensi tersebut, disana guru bisa mengecek secara realtime kehadiran siswanya dan melihat pukul berapa mereka datang dan mereka pulang.

    Menarik perhatian saya ketika melihat bagaimana antusias siswa generasi alpha di sekolah ini melakukan presensi digital, dimulai dari mereka datang ke sekolah disambut oleh gurunya, kemudian mereka mengambil ID Card masing-masing, dan langsung mereka dekatkan pada alat scanner untuk menyinkronkan data mereka masuk ke dalam aplikasi, terlihat memang agak canggung, belum terbiasa, dan terlihat takjub karena gambar mereka tampil pada display monitor yang disediakan, hal itu lumrah karena ini hal baru bagi mereka menjalankannya , namun  mereka tetap perlu dikenalkan, dibiasakan segala aspek teknologi yang ada sekarang ini, karena ini zamannya mereka bukan zaman kita, sebagaimana sahabat Nabi SAW, yaitu Ali bin Abi Thalib pernah berkata “ Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu”, ini yang menjadi motivasi SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe terus bergerak bertransformasi membawa anak didiknya bersanding dengan era digital saat ini untuk masa depan mereka yang lebih baik tentunya.

    SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe adalah salah satu dari empat SD Pelaksana Sekolah Penggerak (PSP) di Kota Lhokseumawe dan satu-satunya sekolah swasta yang Lulus dari seleksi oleh Kemedikbudristek RI yang tertuang pada Surat Keputusan  Nomor : 7883/C/HK.03.01/2022 Tanggal 8 Agustus 2022. Menjadi sekolah penggerak adalah sebagai katalis terwujudnya Visi Pendidikan Indonesia, yang bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa yang dilalui dari pengembangan sumber daya manusia pendidiknya.  Di dalam program sekolah penggerak, ada beberapa intervensi yang perlu dilakukan di sekolah tersebut diantaranya adalah Pengembangan SDM, Pembelajaran Paradigma Baru, Perencanaan berbasis data dan terwujudnya Digitalisasi Sekolah.

    Dari sinilah Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah 6 Lhoksemawe, bergerak cepat untuk untuk dapat mewujudkan itu semua . Dan tentunya perlu waktu, perlu bimbingan dan support agar kesemua program tersebut dapat terealisasisebagaimana mestinya. Ditanya saat wawancara, pada aspek digitalisasi sekolah dan dalam pemberlakukan presensi digital di sekolah ini, Faisal Ramon,S.T.,S.Pd.,M.Pd selaku Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe menjelaskan bahwa “Banyak aspek yang mesti dilakukan untuk program sekolah penggerak salah satunya digitalisasi sekolah, saya membagi dua hal untuk digitalisasi sekolah yaitu administrasi digital dan pembelajaran digital, Langkah awal yang kami lakukan sesuai kemampuan dan  sarpras yang ada, kami menjalakan  pada aspek administrasi terlebih dahulu seperti mengelola daftar hadir secara digital, buku tamu digital, manajemen keuangan dan adm lainnya,  kemudian kita akan masuk ke ranah pembelajaran digital, yang itu sudah mulai terkonsep dan tinggal kita jalankan saja ”. Pungkasnya. Kemudian beliau menambahkan bahwa “Semua perlu kerja keras untuk menjalankan transformasi ini, perlu banyak dukungan, terutama dari orangtua/wali murid, kemudian pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe dan pihak peduli Pendidikan untuk dapat membantu dalam pengadaan sarana penunjang digital seperti Laptop dan lainnya pada sekolah yang memiliki motivasi tinggi untuk mewujudkan sekolah digital ada di Kota Lhokseumawe tercinta.” Harapnya.

    Tentunya setiap menjalankan program, ada kelebihan dan ada kekurangan, setiap kelancaran pastinya juga ada kendala-kendala yang akan dihadapi, namun terus optimistis kita untuk menjalankan ini semua, dan akan memperbaiki bila terdapat kendala, menambahkan fitur-fitur yang belum ada, dan menyesuaikan dengan aturan dan kebijakan yang ada tentunya. Semoga dengan dimulainya presensi digital di SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe membawa dampak positif bagi sekolah ini menuju sekolah digital di Kota Lhokseumawe. (FR)