Tag: digitalisasi

  • Presensi Digital Berlaku di Sekolah Penggerak SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe

    Presensi Digital Berlaku di Sekolah Penggerak SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe

      

    Presensi Digital SDITMU
    Presensi Digital SDITMU

    Kembali SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe di tahun ajaran baru 2023-2024 membuat sesuatu atau terobosan baru untuk warga sekolahnya, yaitu “Presensi Digital. Tepatnya Senin, 31 Juli 2023, seluruh peserta didik dan pendidik SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe memberlakukan presensi digital atau daftar hadir secara digital. Fundamental dari digitalisasi itu sendiri adalah efisiensi dan efektifitas, kemudian manfaat digitalisasi itu memudahkan dan membantu dalam pengelolaan segala administrasi di era teknologi sekarang ini, dalam hal ini kita tujukan pada administrasi kehadiran di sekolah. Kebiasaan dan pada umumnya, daftar hadir dilakukan guru dengan membawa buku absensi kemudian mencentang satu persatu peserta didiknya yang hadir, dan merekapnya setiap bulan hingga semesteran, ini membutuhkan waktu dan ketelitian tentunya. Namun dengan adanya presensi digital berbasis web yang dibuat oleh salah satu alumni sekolah ini bermana Muhammad Yacob Tarigan,S.Kom, guru tidak perlu lagi menggunakan cara konvensional tersebut, guru dengan mudah mengambil data yang secara otomatis sudah diolah oleh sistem presensi tersebut, disana guru bisa mengecek secara realtime kehadiran siswanya dan melihat pukul berapa mereka datang dan mereka pulang.

    Menarik perhatian saya ketika melihat bagaimana antusias siswa generasi alpha di sekolah ini melakukan presensi digital, dimulai dari mereka datang ke sekolah disambut oleh gurunya, kemudian mereka mengambil ID Card masing-masing, dan langsung mereka dekatkan pada alat scanner untuk menyinkronkan data mereka masuk ke dalam aplikasi, terlihat memang agak canggung, belum terbiasa, dan terlihat takjub karena gambar mereka tampil pada display monitor yang disediakan, hal itu lumrah karena ini hal baru bagi mereka menjalankannya , namun  mereka tetap perlu dikenalkan, dibiasakan segala aspek teknologi yang ada sekarang ini, karena ini zamannya mereka bukan zaman kita, sebagaimana sahabat Nabi SAW, yaitu Ali bin Abi Thalib pernah berkata “ Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu”, ini yang menjadi motivasi SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe terus bergerak bertransformasi membawa anak didiknya bersanding dengan era digital saat ini untuk masa depan mereka yang lebih baik tentunya.

    SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe adalah salah satu dari empat SD Pelaksana Sekolah Penggerak (PSP) di Kota Lhokseumawe dan satu-satunya sekolah swasta yang Lulus dari seleksi oleh Kemedikbudristek RI yang tertuang pada Surat Keputusan  Nomor : 7883/C/HK.03.01/2022 Tanggal 8 Agustus 2022. Menjadi sekolah penggerak adalah sebagai katalis terwujudnya Visi Pendidikan Indonesia, yang bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa yang dilalui dari pengembangan sumber daya manusia pendidiknya.  Di dalam program sekolah penggerak, ada beberapa intervensi yang perlu dilakukan di sekolah tersebut diantaranya adalah Pengembangan SDM, Pembelajaran Paradigma Baru, Perencanaan berbasis data dan terwujudnya Digitalisasi Sekolah.

    Dari sinilah Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah 6 Lhoksemawe, bergerak cepat untuk untuk dapat mewujudkan itu semua . Dan tentunya perlu waktu, perlu bimbingan dan support agar kesemua program tersebut dapat terealisasisebagaimana mestinya. Ditanya saat wawancara, pada aspek digitalisasi sekolah dan dalam pemberlakukan presensi digital di sekolah ini, Faisal Ramon,S.T.,S.Pd.,M.Pd selaku Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe menjelaskan bahwa “Banyak aspek yang mesti dilakukan untuk program sekolah penggerak salah satunya digitalisasi sekolah, saya membagi dua hal untuk digitalisasi sekolah yaitu administrasi digital dan pembelajaran digital, Langkah awal yang kami lakukan sesuai kemampuan dan  sarpras yang ada, kami menjalakan  pada aspek administrasi terlebih dahulu seperti mengelola daftar hadir secara digital, buku tamu digital, manajemen keuangan dan adm lainnya,  kemudian kita akan masuk ke ranah pembelajaran digital, yang itu sudah mulai terkonsep dan tinggal kita jalankan saja ”. Pungkasnya. Kemudian beliau menambahkan bahwa “Semua perlu kerja keras untuk menjalankan transformasi ini, perlu banyak dukungan, terutama dari orangtua/wali murid, kemudian pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe dan pihak peduli Pendidikan untuk dapat membantu dalam pengadaan sarana penunjang digital seperti Laptop dan lainnya pada sekolah yang memiliki motivasi tinggi untuk mewujudkan sekolah digital ada di Kota Lhokseumawe tercinta.” Harapnya.

    Tentunya setiap menjalankan program, ada kelebihan dan ada kekurangan, setiap kelancaran pastinya juga ada kendala-kendala yang akan dihadapi, namun terus optimistis kita untuk menjalankan ini semua, dan akan memperbaiki bila terdapat kendala, menambahkan fitur-fitur yang belum ada, dan menyesuaikan dengan aturan dan kebijakan yang ada tentunya. Semoga dengan dimulainya presensi digital di SDIT Muhammadiyah 6 Lhokseumawe membawa dampak positif bagi sekolah ini menuju sekolah digital di Kota Lhokseumawe. (FR)